Selasa, 24 Februari 2009

Berhasil jika Kemauan lebih besar dari Kemampuan


Kemampuan, dalam Kamus Bhs. Indonesia mempunyai arti Kesanggupan, Kecakapan, Kekuatan, Kekayaan.

Kemampuan, bisa berbentuk Bakat, Kecerdasan, Pengalaman Hidup, Kepintaran, Pengalaman Kerja, dsb.

Kemauan adalah keinginan dengan sungguh-sungguh terhadap apa yang dimaui/dikehendaki.

Banyak orang yang memiliki bakat tertentu yang luar biasa, namun karena kemauannya kecil, maka dia tidak berhasil. Dan Sebaliknya, bakatnya biasa2 saja, tapi kemauannya besar, dia berhasil.

Hubungan antar kemauan dengan kemampuan, ibarat "BOLA SALJU" yang menggelinding dari atas bukit, bila KEMAUAN-nya SELALU LEBIH BESAR dibandingkan KEMAMPUAN-nya.

Misalkan, ada orang dengan kemampuan biasa saja.
Tapi dengan kemauan yang besar, dia menjadi pintar.
Akibatnya, kemampuannya menjadi lebih besar dibandingkan kemuannya.
Dalam kondisi seperti ini, dia HARUS MENINGKATKAN KEMAUANNYA, agar lebih berhasil.
Karena kemauannya dia tingkatkan, maka dia menjadi lebih pintar lagi, yang mengakibatkan kemampuannya sekarang melebihi kemauannya.
Untuk itu dia tingkatkan lagi kemauannya, dan dia menjadi sangat pintar sekali.
Begitu seterusnya, tanpa dia sadari dia menjadi orang yang benar2 pintar.

Pada umumnya, orang yang berusaha meningkatkan kemauannya, adalah orang2 yang rendah hati. Kenapa ? karena dirinya tidak merasa sangat pintar, yang dia pikirkan hanya bagaimana dia bisa meningkatkan kemampuannya (itulah yanga namanya kemauan).

Sebaliknya, orang2 yang sombong, umumnya orang2 yang sulit meningkatkan kemampuannya.
Kenapa ? karena kesombongan umumnya muncul lantaran dia merasa kemampuannya sudah besar. Akibatnya kemauannya jadi lebih kecil, dan tanpa dia sadari, kelak kemampuannya juga akan kecil.


Marilah kita berusaha terus-menerus untuk "MENJAGA" agar "KEMAUAN" kita selalu LEBIH BESAR dibandingkan "KEMAMPUAN" kita.
InsyaAllah, Keberhasilan, Kesuksesan, keberuntungan akan otomatis selalu hadir bersama kita.

Sabtu, 21 Februari 2009

Berbagi dalam ke_Arifan

Bagaimana agar kita tetap istiqomah dalam bertaqwa pada jaman sekarang ini karena sekarang banyak sekali godaannya, terutama dengan semakin majunya peradaban jaman..? Assalamu'alaikum, Aaya ingin bertanya dalam rubrik ini. 1. Bagaimana untuk meyakinkan bahwa semua kebaikan dan kejahatan itu adalah atas kehendak Allah swt..? 2. Bagaimana agar kita tetap istiqomah dalam bertaqwa pada jaman sekarang ini karena sekarang banyak sekali godaannya, terutama dengan semakin majunya peradaban jaman..? Wassalam M. Tohir รข€“ Tangerang --------- Jawab --------- 1. Pernyataan Anda perlu saya luruskan dengan keterangan sbb: Pertama, Allah menurunkan ajaran yang fithri/alami/natural (karenanya tidak bisa disebut sebagai beban) demi kebaikan/kebahagiaan manusia; Kedua, Allah menghendaki agar ajaran itu dilaksanakan sebaik-baiknya; Ketiga, namun begitu Allah menyerahkan pada manusia mau menerima perintah itu atau tidak, manusia harus berusaha sendiri untuk melaksanakan ajaran tsb. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa kejahatan (dengan arti kemaksiatan) itu kehendak Allah swt. Coba Anda renungi ayat berikut: "Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir'. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek